Labels

About Me

Foto Saya
Rika Adiana
menarik
Lihat profil lengkapku

Senin, 01 Oktober 2012

Protein

0 komentar


Protein

Protein merupakan senyawa polimer organik yang berasal dari monomer asam amino yang mempunyai ikatan peptida. Istilah protein berasal dari bahasa Yunani “protos” yang memiliki arti “yang paling utama”.
Protein memiliki peran yang sangat penting pada fungsi dan struktur seluruh sel makhluk hidup. Hal ini dikarenakan molekul protein memiliki kandungan oksigen, karbon, nitrogen, hydrogen, dan sulfur. Sebagian protein juga menagndung fosfor.
Protein pertama kali ditemukan pada tahun 1838 oleh Jöns Jakob Berzelius. Protein adalah salah satu biomolekul raksasa yang berperan sebagai komponen utama penyusun makhluk hidup. Protein membawa kode-kode genetik berupa DNA dan RNA.
Protein adalah senyawa organik kompleks dengan berat molekul tinggi, protein merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Protein mengandung molekul karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus (wikipedia). fungsi utama protein Sebagai enzim, Alat pengangkut dan penyimpan Misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit sedangkan mioglobin mengangkut 
oksigen dalam otot,penunjang mekanis, Media perambatan impuls syaraf misalnya berbentuk reseptor, dan Pengendalian pertumbuhan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBiO1FWXUl2IAvTv_9DYfww6xWpUoj4bnhgLisqoa8ctkDfx94h3rT1Q5hubbY5Wdhzg0M_nb5UwohMKZb-cHUNFrnq9G3Fsd7BPN9mwN8F7Miw_RshpPqDJlx1Di1FTLj2Sbk1-D1ZEWF/s200/gambar+sumber+protein.jpg

Secara singkat penjelasan tentang protein sebagai berikut :
PROTEIN yaitu Polimerisasi asam amino
Fungsi protein secara singkat yaitu sebagai : katalitik (enzim), kontraksi, pengatur gena, pencegahan, hormon, struktural, transport.
Asam amino merupakan: bagian-bagian dari protein. atau kata lain asam amino akan membentuk protein.
ikatan-ikatan kuat pada protein : peptida, disulfide dan ikatan lemah : hidrogen, ionik (garam), van der waals (hidrofobik).


Sifat-sifat umum dari protein yaitu :
REAKSI WARNA :
Asam amino : Ninhidrin
Protein : Biuret


DENATURASI protein : perubahan sifat protein sehingga tidak alamiah lagi /kerusakan protein. sebab sebab denaturasi protein yaitu :
secara fisis : dikocok, sinar, dingin, panas
secara kimiawi : + asam, basa, organik
Pada denaturasi : ikatan lemah hilang ikatan kuat masih


Klasifikasi protein berdasar sifat protein :
1. Kelarutan : albumin, globulin, fibrinogen
2. Bentuk : globuler, fibrosa
3. Sifatnya dengan elektroforesis
4. Sedimentasi : VLDL, IDL, LDL, HDL.
5. Imunologis : Ig A, D, E, G, M.
6. Struktur tiga dimensi : primer, sekunder, tertier, kuarterner
7. Fungsi biologis : struktural, enzim




Makanan yang mengandung protein
  1. Daging, unggas, ikan, kerang dan telur
  2. Kacang-kacangan, dan kacang
  3. Kedelai produk dan makanan protein nabati
Mengapa protein penting?
Dari rambut sampai kuku, protein merupakan komponen fungsional dan struktural utama dari semua sel kita. Protein menyediakan tubuh sekitar 10 sampai 15 persen energi makanan, dan dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan.
Protein adalah molekul besar terdiri dari rantai panjang asam amino sub unit. Beberapa asam amino ini adalah nutrisi penting karena mereka tidak dapat dibuat atau disimpan dalam tubuh dan harus berasal dari makanan dalam diet harian kita. Walaupun semua sel hewan dan tumbuhan mengandung protein tertentu, jumlah dan kualitas protein ini dapat sangat bervariasi.
Protein hewani
Protein dari sumber hewani mengandung berbagai macam asam amino esensial yang dibutuhkan dari makanan orang dewasa. Tapi daging merah, khususnya, harus dimakan dalam jumlah terbatas karena tingginya tingkat lemak jenuh yang dikandungnya, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah 'tidak sehat' LDL.
High-protein-foods



Sebuah asupan tinggi lemak jenuh dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung dan gangguan terkait lainnya. Sebagai alternatif sumber protein hewani, pilih unggas, ikan dan kerang. Ikan merupakan sumber protein hewani. Kaya minyak ikan seperti salmon, mackerel, herring, tuna, trout dan ikan sarden semua kaya omega-3 asam lemak, yang membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Kerang juga merupakan sumber protein yang baik dan rendah lemak.
Telur mengandung semua delapan asam amino esensial, membuat mereka menjadi sumber protein yang sempurna. Namun, Anda harus makan sedikitnya delapan telur sehari untuk mendapatkan semua protein yang Anda butuhkan. Jadilah bijaksana; memasukkannya sebagai bagian dari diet seimbang dan bervariasi.
Saran untuk vegetarian
Vegetarian mengandalkan sumber tanaman untuk protein sehari-hari. Tanaman tidak mengandung berbagai macam asam amino esensial dan tidak setinggi nilai gizi seperti protein hewani. Tapi dengan makan diet seimbang yang berisi berbagai makanan yang berbeda, itu mungkin untuk mengkonsumsi asam amino yang dibutuhkan. Makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, makanan protein nabati dan produk kedelai semuanya mengandung protein. Ada juga sejumlah kecil dalam biji-bijian dan produk susu.
Berapa kebutuhan Protein dalam tubuh kita?
Ahli kesehatan menyarankan laki-laki harus makan protein 55.5g sehari dan 45g sehari buat perempuan. Dalam istilah praktis, makan dalam jumlah sedang protein - dalam satu atau dua kali makan setiap hari - harus memberikan semua protein yang Anda butuhkan. Kebanyakan orang di Inggris makan protein jauh lebih dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Anda harus makan dua sampai tiga porsi protein setiap hari dari kedua tanaman dan sumber hewan.








Manfaat Protein
Manfaat protein bagi tubuh kita sangatlah banyak. Protein sangat mempengaruhi proses pertumbuhan tubuh kita. Diantara manfaat protein tersebut adalah sebagai berikut:
§  Sebagai enzim. Protein memiliki peranan yang besar untuk mempercepat reaksi biologis.
§  Sebagai alat pengangkut dan penyimpan. Protein yang terkandung dalam hemoglobin dapat mengangkut oksigen dalam eritrosit. Protein yang terkandung dalam mioglobin dapat mengangkut oksigen dalam otot.
§  Untuk Penunjang mekanis. Salah satu protein berbentuk serabut yang disebut kolagen memiliki fungsi untuk menjaga kekuatan dan daya tahan tulang dan kulit.
§  Sebagau Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh. Protein ini biasa digunakan dalam bentuk antibodi.
§  Sebagai Media perambatan impuls syaraf.
§  Sebagai Pengendalian pertumbuhan.


Untuk mengetahui kecukupan protein yaitu dengan  mengukur keseimbangan nitrogen.
Keseimbangan nitrogen : perbedaan antara N yang masuk : keluar
Positif : Masuk > keluar contoh anak sedang tumbuh, ibu hamil
Negatif : Masuk < keluar contohnya pasien setelah operasi, kanker lanjut, kwashirkor, marasmus, makan protein.
Sumber : Biokimia Herper 2009 



Lemak dan Minyak

0 komentar


LEMAK dan MINYAK


Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya. (http://um.ac.id) Lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut. (http://ksupointer.com)
Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut (like dissolved like). Tetapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya proses kimiawi. Misalnya asam lemak dalam larutan KOH berada dalam keadaan terionisasi dan menjadi lebih polar dari aslinya sehingga mudah larut serta dapat diekstraksi dengan air. Ekstraksi asam lemak yang terionisasi ini dapat dinetralkan kembali dengan menambahkan asam sulfat encer (10 N) sehingga kembali menjadi tidak terionisasi dan kembali mudah diekstraksi dengan pelarut non-polar.
Minyak adalah turunan karboksilat dari ester gliserol yang disebut gliserida. Sebagian besar gliserida berupa trigliserida atau triasilgliserol yang ketiga gugus OH dari gliserol diesterkan oleh asam lemak (Fessenden,1986:). Jadi, hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.
Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang. Ester-ester gliserol ini menurut tata nama lama disebut gliserida. Bila jumlah gugus –OH dalam rumus struktur gliserol yang diesterkan satu, digunakan nama monogliserida, sedangkan bila yang diesterka dua atau tiga gugus –OH maka berturut-turut dinamakan digliserida atau trigliserida. Kini senyawa trigliserida lebih sering dinamakan triasilgliserol

LEMAK
Lemak merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan menurut ahli kesehatan tubuh memerlukan 20-30% lemak dari jumlah keseluruhan makanan yang kita konsumsi.
Berdasarkan sumbernya, lemak dapat digolongkan menjadi 2 jenis yakni lemak yang berasal dari hewan dan tumbuhan atau yang dikenal sebagai lemak nabati.
Lemak yang berasal dari hewan mengandung banyak kolesterol sedangkan lemak nabati mengandung fitosterol, yaitu lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi tubuh.
Lemak yang berasal dari hewan biasanya berbentuk padat berbeda dengan lemak nabati yang biasanya berbentuk cair.
Pandangan yang umum tentang lemak adalah sifatnya yang membahayakan kesehatan. Namun, tidak selalu seperti itu. Lemak memang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Tetapi, dalam jumlah seimbang, lemak dapat memberikan manfaat penting bagi tubuh. Mari kita simak manfaat lemak dalam ulasan berikut.
Sebagai zat yang dibutuhkan tubuh, lemak merupakan sumber energi yang paling besar. Setiap gram lemak menyediakan 9 kalori, lebih besar dari kalori yang dihasilkan karbohidrat dan protein.  Lemak juga membantu penyerapan beberapa vitamin (vitamin A,D, E, dan K) dalam tubuh agar tubuh tetap sehat.
Dengan bantuan lemak, sel-sel dalam tubuh juga dapat dibangun dan bekerja dengan baik.  Misalnya, lemak merupakan penyusun sel-sel dengan menyelimuti setiap sel saraf sehingga membuat saraf dapat menghantar pesan dengan lebih cepat dan baik.
Tubuh juga menggunakan lemak untuk memproduksi berbagai hormon dalam tubuh misalnya seperti prostaglandin yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh yang penting seperti tekanan darah, sistem saraf, denyut jantung, elastisitas pembuluh darah, dan pembekuan darah.
Selain itu, lemak ternyata berperan penting dalam memelihara kulit, rambut, dan berbagai organ penting dalam tubuh seperti ginjal, liver, organ reproduksi, serta menjaga badan tetap hangat. Banyak organ vital dalam tubuh seperti otak, ginjal, jantung, dan usus dilindungi oleh lemak dengan fungsinya yang seperti bantalan agar terhindar dari luka, cedera, dan menahan posisi organ pada tempatnya apabila terjadi benturan. Betapa pentingnya peranan lemak dalam tubuh.
macam lemak yang ada di sekitar kita:
  • Saturated Fat (Lemak Jenuh)
Lemak jenuh berpotensi meningkatkan kadar kolesterol darah, terutama LDL. Tidak disarankan mengonsumsi lemak jahat ini berlebihan. Lemak jenuh ditemukan pada daging merah, keju, mentega, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Sebagian besar lemak jenuh cenderung memadat jika diletakkan pada suhu kamar, kecuali beberapa jenis minyak tropis.
  • Kolesterol 
Kolesterol merupakan lemak jahat bila terlalu banyak di tubuh. Kolesterol dapat mengerak di pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko jantung koroner. Makanan dari sumber hewani banyak mengandung lemak ini. Seperti lobster, udang, hati, telur, daging, dan produk susu.
  • Trans Fatty Acids (Asam Lemak Trans)
Asam lemak trans adalah lemak tak sehat yang merupakan lemak sintesis dari pengolahan makanan untuk meningkatkan keawetan. Lemak ini dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. Sebaiknya hindari makanan seperti snack, gorengan, margarine, dan minyak-minyak sayur tertentu untuk menghindari lemak trans.
  • Polyunsaturated Fat (Lemak Tak Jenuh Ganda)
Lemak ini membantu menurunkan total kolesterol dalam darah, terutama LDL. Jika ingin mengonsumsi lemak ini, bisa ditemukan pada ikan,  seafood, minyak safflower (carthamus tinctorius),  dan minyak sun flower. 
  • Monounsaturated Fat (Lemak Tak Jenuh Tunggal)
Lemak ini membantu mengurangi keberadaan lemak jahat dalam darah, seperti kolesterol. Dengan mengonsumsi lemak ini, kadar HDL akan naik dan LDL turun. Sehingga, baik untuk dikonsumsi demi kesehatan. Jenis makanan yang mengandung lemak ini adalah minyak zaitun, minyak canola peanut oil, daging, ikan, unggas, dan alpukat.
MINYAK
Mana yang tidak sehat?
1.      Minyak berlemak tak jenuh sangat tidak sehat untuk memasak. Minyak-minyak tersebut akan berubah menjadi lemak trans yang mudah teroksidasi bila dipanaskan.
2.      Minyak berlemak trans dalam makanan beku dan junk food dapat berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi terus-menerus.
3.      Minyak kelapa/kelapa sawit yang sudah dipakai berkali-kali tidak sehat karena menjadi mudah teroksidasi di dalam tubuh dan memicu timbulnya radikal bebas. Buanglah minyak bekas pakai (jelantah) setelah tiga kali penggorengan  dan warnanya telah berubah menjadi lebih gelap.
4.      Lemak hewani (seperti gajih sapi, kambing, dll) dapat berbahaya bagi kesehatan bukan karena mengandung lemak jenuh tetapi karena berkolesterol tinggi. Faktanya, separuh lemak sapi adalah lemak tak jenuh rantai tunggal yang disebut asam oleat (sama dengan yang terdapat pada minyak zaitun) dan sebagian besar  lemak jenuhnya justru mengurangi risiko penyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Selasa, 18 September 2012

Gula Pereduksi

0 komentar


Gula pereduksi
 merupakan golongan gula (karbohidrat) yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa. Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II). Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa, manosa, fruktosa, laktosa, maltosa, dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM, 2008).
Salah satu contoh dari gula reduksi adalah galaktosa. Galaktosa merupakan gula yang tidak ditemui di alam bebas, tetapi merupakan hasil hidrolisis dari gula susu (laktosa) melalui proses metabolisme akan diolah menjadi glukosa yang dapat memasuki siklus kreb’s untuk diproses menjadi energi. Galaktosa merupakan komponen dari Cerebrosida, yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan saraf (Budiyanto, 2002).
Sedangkan salah satu ontoh dari gula reduksi adalah Sukrosa. Sukrosa adalah senyawa yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gula dan dihasilkan dalam tanaman dengan jalan mengkondensasikan glukosa dan fruktosa. Sukrosa didapatkan dalam sayuran dan buah-buahan, beberapa diantaranya seperti tebu dan bit gula mengandung sukrosa dalam jumlah yang relatif besar. Dari tebu dan bit gula itulah gula diekstraksi secara komersial (Gaman, 1992).
Ujung dari suatu gula pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau keto bebas. Semuamonosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa,maltosa), kecualisukrosa dan pati (polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi. Umumnya gula pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitas enzim, dimana semakin tinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi pula gula pereduksi yang dihasilkan. Jumlah gula pereduksi yang dihasilkan selama reaksi diukur dengan menggunakan pereaksi asam dinitro salisilat/dinitrosalycilic acid (DNS) pada panjang gelombang 540 nm. Semakin tinggi nilai absorbansi yang dihasilkan, semakin banyak pula gula pereduksi yang terkandung.

Pembagian Monosakarida
Monosakarida merupakan gula sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi menjadi bagian yang lebih kecil. Kebanyakan monosakarida rasanya manis, tidak berwarna, berupa kristal padat yang bebas larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut nonpolar. Monosakarida terdiri dari satu unit polihidrosi aldehida atau keton.
Kerangka monosakarida berupa rantai karbon berikatan tunggal yang tidak bercabang. Satu diantara atom karbon berikatan ganda terhadap suatu atom oksigen, membentuk gugus karbonil; masing-masing atom karbon lainnya berikatan dengan gugus hidroksil. Berdasarkan gugus fungsi inilah monosakarida digolongkan menjadi dua jenis yaitu aldosa dan ketosa. Suatu monosakarida disebut aldosa jika gugus karbonilnya berada pada ujung rantai karbon, dan disebut ketosa jika gugus karbonnya berada pada tempat lain. Contoh monosakarida yang sering dijumpai adalah heksosa.
http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/08/D-glucose111-fischer1.png
D-Glukosa, suatu Aldoheksosa
http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/08/fructose.gif
D- Fruktosa, suatu ketoheksosa
Gambar 1. Contoh aldosa dan ketosa
(http://www.steve.gb.com/science/carbohydrates.html)

Rumus umum monosakarida sesuai dengan nama karbohidrat yaitu (CH2O)n, di mana jumlah n sesuai dengan jumlah atom karbon yang dimiliki. Berdasarkan jumlah atom karbon tersebut, monosakarida dibagai menjadi beberapa bagian yaitu, triosa (C3H6O3), tetrosa (C4H8O4), pentosa (C5H12O5), heksosa (C6H12O6), dan heptosa (C7H12O7).
Sifat-Sifat Monosakarida
1.  Reaksi dengan basa dan asam
Apabila glukosa dilarutkan ke dalam basa encer, beberapa jam kemudian dihasilkan campuran yang terdiri dari fruktosa, manosa, dan sebagian glukosa semula. Sedangkan, dalam basa encer, monosakarida sangat stabil, tetapi jika aldoheksosa dipanaskan dalam asam kuat, akan mengalami dehidrasi dan diperoleh bentuk hidroksimetil furtural. Dalam bentuk yang sama, pentose juga akan berubah menjadi bentuk furtural.
2.  Gula pereduksi
Sebagian karbohidrat  bersifat gula pereduksi. Sifat gula pereduksi ini disebabkan adanya gugus aldehida dan gugus keton yang bebas, sehingga dapat mereduksi ion-ion logam. Gugus aldehida pada aldoheksosa mudah teroksidasi menjadi asam karboksilat dalam pH netral oleh zat pengoksidasi atau enzim. Dalam zat pengoksidasi kuat, gugus aldehida dan gugus alkohol primer akan teroksidasi membentuk asam dikarboksilat atau asam ardalat. Gugus aldehida atau gugus keton monosakarida dapat direduksi secara secara kimia menjadi gula alkohol, misalnya D-sorbito yang berasal dari D-glukosa.
3.  Pembentukan glikosida
Monosakarida dapat membentuk glikosida dan asetal. Jika gugus hidroksil pada sebuah molekul gula bereaksi dengan hidroksil dari hemiasetal atau hemiaketal molekul gula yang lain, maka akan terbentuk glikosida yang disebut disakarida. Ikatan ini dinamakan ikatan glikosida yang berfungsi untuk menghubungkan sejumlah besar unit monosakarida menjadi polisakarida.
4.  Pembentukan ester
Semua monosakarida atau polisakarida dapat terasetilasi oleh asam asetat anhidrida yang berlebihan membentuk O-asetil-α-D-glukosa. Gugus asetil yang berikatan secara ester ini bisa dihidrolisis oleh asam atau basa. Sifat ini sering juga digunakan untuk penentuan struktur karbohidrat. Senyawa ester yang penting dalam dalam metabolisme adalah ester fosfat.
5.  Fenilosazon dan Osazon
Monosakarida dapat bereaksi dengan larutan fenil hidrazin dalam suasana asam pada suhu 100oC, membentuk ozazon. Senyawa ini tidak larut dalam air dan mudah mengkristal. Glukosa, fruktosa, dan manosa akan menghasilkan fenolsazon yang sama, selanjutnya, akan terbentuk asazon yang berwarna, mengkristal secara khas, dan dapat digunakan untuk menentukan jenis karbohidrat.
Struktur Monosakarida
Struktur monosakarida ada yang ditulis dalam bentuk rantai lurus, ada pula dalam bentuk cincin. Monosakarida yang memiliki lima atau lebih atom karbonnya biasanya berada dalam struktur cincin, di mana gugus karbonil membentuk ikatan kovalen dengan atom oksigen dari gugus hidroksil pada atom karbon lainnya. Struktur cincin piranosa (turunan dari piran) terbentuk karena aldehida bereaksi dengan alkohol dan membentuk senyawa turunan yang disebut hemiasetal. Reaksi ini terjadi antara atom karbon aldehida no 1 dengan gugus hidroksil bebas pada atom karbon ke-5 sehingga terbentuk struktur cincin bersudut 6. Hanya aldosa yang memiliki 5 atau lebih atom karbon yang dapat membentuk cincin piranosa yang stabil. Ada pula reaksi yang membentuk cincin 5 sudut beranggotakan lima furan yang disebut furanosa. Pada ketoheksosa gugus hidroksil pada atom karbon 5 bereaksi dengan gugus karbonil pada atom karbon 2, membentuk cincin furanosa yang mengandung suatu ikatan hemiaketal. Penggambaran struktur piranosa dan furanosa karbohidrat biasanya dilakukan dengan menggunakan proyeksi Haworth. Pinggir cincin yang dekat dengan pembaca ditulis lebih tebal. Cincin piranosa terdapat dalam dua bentuk yaitu bentuk kapal dan bentuk kursi. Bentuk yang paling umum adalah bentuk kursi karena bentuk ini lebih stabil daripada bentuk kapal.
http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/08/D-glucose-fischer-projection.png
D-Glucose, Fischer projection
http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/08/beta-D-glucopyranose-haworth.png
β-D-glucopyranose, Haworth projection
http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/08/beta-D-glucopyranose-cyclohexane.png
β-D-glucopyranose, bentuk kapal.
Gambar 2. Contoh pembentukan struktur piranosa
(http://www.steve.gb.com/science/carbohydrates.html)

DAFTAR PUSTAKA
Anoymous. 2008. Gula Darah. (Online). (www.wikipedia.org). Diakses Tanggal 17 Oktober 2008.
Anoymous. 2008. Penolakan Insulin. (Online). (www.wikipedia.org). Diakses Tanggal 17 Oktober 2008.
Anoymous. 2005. Jumlah Penderita Diabetes Indonesia Ranking ke-4 Di Dunia. (www.depkes.go.id). Diakses Tanggal 17 Oktober 2008.
Budiyanto, M.A.K. 2002. Dasar- Dasar Ilmu Gizi. UMM Press: Malang.
Gaman, P.M. dan K.B. Sherington. 1992. Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. UGM Press: Jogjakarta.
Lehninger, Albert. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. Erlangga: Jakarta.
Team Laboratorium Kimia UMM. 2008. Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi. Laboratorium Kimia UMM: Malang.
    Almatsier, S. (2005). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
   Aryulina, D., dkk. (2004). Biologi SMA untuk kelas XI. Jakara: Erlangga
Girindra, A. (1993). Biokimia 1. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lehninger. (). Dasar-dasar biokimia jilid 1 [Principles of Biochemistry]. Jakarta: Erlangga. (Original work published: Worh Publisher).
Nursanyo, H., dkk. (1992). Ilmu Gizi :zat gizi utama. Jakarta: Golden terayon Press.
Carbohydrates: Monosaccharides. Retrieved: 17 June 2008 from:http://www.steve.gb.com/science/carbohydrates.html




 

Rika Adiana Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal


This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates